Peter awalnya menuruti semua perintah Tony. Namun, tak bisa dipungkiri jika batinnya berkecamuk. Pasalnya, ia merasa bisa melakukan hal yang lebih besar ketimbang sekedar menangkap penjahat kecil atau menolong orang menemukan alamat.
Hanya saja, sang Iron Man berkeyakinan kalau Spidey yang masih remaja belum siap dan perlu terus belajar agar lebih bertanggung jawab sebagai jagoan super.
Hingga suatu ketika muncul para penjahat dengan senjata super canggih nan berbahaya meneror kota New York. Peter merasa mampu dan berkewajiban menghentikan aksi kelompok yang dipimpim oleh Adrian Toomes/Vulture (Michael Keaton) itu. Di sisi lain, Tony masing menganggap kalau itu belum harus menjadi urusan Spidey. Namun, sang Spider-Man tetap bersikeras sampai akhirnya melakukan hal yang ceroboh.
Itulah beberapa kisah yang terjadi dalam salah satu produksi Marvel yang paling dinanti tahun ini, Spider-Man: Homecoming. Disutradarai oleh Jon Watts, yang menarik dari kisah Spidey versi Tom Holland ini adalah sosoknya yang masih remaja. Anda benar-benar akan melihat Spider-Man yang berbeda jika dibandingkan dengan dua pendahulunya, Tobey Maguire dan Andrew Garfield.
,center>

